Apakah Prestasi Terbesar dalam hidup anda?

  • 1

Apakah Prestasi Terbesar dalam hidup anda?

anda mungkin menjawab :

- Telah memiliki kekayaan : uang/deposito berlimpah, rumah mewah, villa, mobil mewah, dll.
- Terkenal dan dikagumi banyak orang
- Telah menjadi sarjana, menyelesaikan sekolah sampai setinggi mungkin S1,S2, S3, dst.
- Pernah mendapatkan berbagai penghargaan bergengsi
- Berhasil membesarkan anak-2 sampai menjadi orang sukses- dll.

Tetapi sebenarnya prestasi terbesar anda adalah "SEBERAPA BESAR ANDA BERMANFAAT BAGI ORANG LAIN".

Tidak ada gunanya memiliki harta berlimpah, terkenal, genius, karir gemilang, gelar berderet, dll. jika anda tidak bermanfaat bagi orang lain. Karena anda akan merasakan "kekosongan" dalam jiwa anda.Oleh karena itu, marilah kita berjuang untuk meraih prestasi terbesar dalam hidup kita...yaitu bermanfaat untuk orang lain...


regard,




Ivanna

Books Review: Garis Perempuan

  • 0
Keterangan Buku:
Judul: Garis Perempuan
Penulis: Sanie B. Kuncoro
Desain Sampul : Kebun Angan
Penerbit :Bentang, Yogyakarta
Tebal : 373 hlm.
Terbit : Januari 2010
ISBN :978-979-1227-72-8

Pertama kali melihat novel ini saya langsung jatuh cinta dengan covernya yang sangat ciamik.  Apalagi dapat harga miring karena lagi ada Bazar Buku Murah. Bungkus Bang….! 


Novel berjudul Garis Perempuan ini mengangkat topik yang selalu menarik untuk dikupas, dipelajari dan dicerna. Perempuan, Perawan dan Keperawanan. Perempuan dengan segala problematikanya. Perempuan dengan takdir dan kodratnya serta nilai dan budaya yang menyertainya.  Perempuan yang dari dulu hingga sekarang selalu berada pada posisi yang lemah dan termarginalkan. 


Sanie B. Kuncoro dalam novel perdananya ini berkisah tentang persahabatan empat wanita mulai dari mereka kecil bermain “Pasaran” bersama hingga mereka dewasa dan menjalani garis takdir yang berbeda . Adalah Ranting, Gendhing, Tawangsri, dan Zhang Mey dengan empat jalan nasib yang berbeda memaknai keperawanan dengan kondisi dan pemikiran yang tak sama. Ketika suatu saat masing-masing dari mereka dihadapkan pada beberapa pilihan terkait tentang takdir mereka sebagai seorang perempuan. Apakah pilihan yang akan mereka ambil?


Ranting yang berasal dari keluarga miskin dengan ibu penjual karak, dihadapkan pada sebuah pilihan yang sulit apakah ia akan “menjual’ dirinya dengan menjadi istri ketiga tuan tanah Basudewo demi melunasi hutang puluhan juta untuk biaya operasi ibunya, ataukah ia akan bertahan dengan harga dirinya dan membiarkan ibunya dalam penderitaan yang tak kunjung usai. Dan ketika pilihan itu telah dibuatnya maka itulah jalan takdir yang harus dilaluinya.

Hampir serupa dengan persoalan yang dihadapi Ranting, Gendhing juga dihadapkan pada pilihan yang tak kalah sulitnya. Memiliki orang tua dengan ayah yang hanya seorang tukang becak dan ibunya seorang tukang cuci pakaian memaksanya harus menjalani kehidupan yang tak mudah. Apalagi ditambah jeratan hutang kedua orang tuanya dengan jumlah yang tak sedikit.  Dan pada saat yang sama ada seorang pria paruh baya kaya raya yang menawarkan padanya jalan keluar dari semua masalahnya hanya dengan cara memberikan dirinya hanya untuk satu malam saja.


Sementara itu, disisi lain Tawangsri dan Zhang Mey. Keduanya jauh lebih beruntung dari dua sahabatnya yang sejak kecil harus berjuang bertahan hidup. Sri dan Zhang dengan kehidupan sosial ekonomi menengah atas membuat mereka bisa kuliah tanpa harus pusing dengan biayanya. Keduanya memiliki lebih banyak pilihan dalam hidup, termasuk makna keperawanan mereka.


Tawangsri yang kesepian dan kehilangan figur seorang ayah. Dan suatu ketika seperti menemukannya pada figur seorang Jenggala – duda beranak satu yang dicintai dan mencintainya. Dan dia bisa bebas untuk memilih apakah akan menjadikan pria itu sebagai “yang pertama” atau tidak. Serta Zhang Mey yang dihadapkan pada tembok tebal tradisi keluarganya yang keturunan Cina. Ketika sebuah tradisi menaruh darah perawan pertamanya di sapu tangan putih di malam pertamanya dengan pria yang telah dipilihkan keluarganya untuk menjadi suaminya adalah sesuatu yang bersifat mutlak dan tak bisa dibantah.


Pengalaman Pertama: Jurit Malam Kepincut Sumur

  • 0
Jadi inilah pengalaman  pertama saya yang sebenarnya ingin saya lupakan.

Peristiwa ini terjadi saat saya duduk di kelas 1 SMA dan saya mengikuti ekstrakulikuler Pramuka. Dan petaka ini berawal dari ditunjuknya saya (ditunjuk ya bukan diseleksi huftt) sebagai wakil sekolah saya untuk ikut seleksi Peserta Raimuna Nasional, itu loh semacam kemah akbar pramuka Penegak/Penggalang se-Indonesia. Dan saudara-saudara! seleksi yang saya ikuti ini hanya tingkat kabupaten hehehehe…! Setiap sekolah masing-masing mengirimkan 2 peserta, satu cewek dan satu cowok. Saya nggak tahu kenapa saya yang ditunjuk, mungkin karena badan saya yang terlihat sehat (klo nggak mau dibilang gede hehe..) dibanding temen-temen cewek saya yang lain, padahal saya nggak ngerti sedikit pun tentang pramuka, ikut ekskul pramuka pun cuma ikut-ikutan, Dasadarma pramuka dulu emang saya hafal sekarang udah lupa. Jadi jangan tanya tentang itu ya…!


Singkat cerita berangkatlah saya dan temen sekelas saya diantar sama Pak Kepsek ke lokasi perkemahan. Perlu diketahui lokasi perkemahan yang kami tuju itu Liwa daerah pegunungan yang sangat dingin, saya sudah diwanti-wanti oleh Pembina pramuka saya untuk membawa baju hangat, jaket dan trening yang tebel. Mengingat ini adalah pertama kalinya saya ikut perkemahan, saya sangat excited, membawa baju berlebihan padahal hanya untuk 3 hari 2 malam, nggak ketinggalan perlengkapan mandi dll. Kepsek saya sempet kaget melihat ransel yang saya bawa, kaya mau ke bulan katanya hahahaha….!

Well, hari pertama berjalan lancar. Kami hanya diberi pengarahan tentang cara-cara memanjat tebing, mendirikan tenda, membaca sandi-sandi dan tentunya bernyanyi.
Disini senang…
Disana senang…
Dimana-mana hatiku senang…
Di darat senang..
Dilaut senang…
Diudara  aku paling senang…

Tapi kesenangan itu rupanya segera berakhir, ketika tengah malam sekitar jam 1 malam kami dibangunkan secara tiba-tiba dengan suara yang (aduhhh..belum pernah saya denger sebelumnya) bentakan, hentakan, lolongan, semua suara ada deh pokoknya. Nggak ngerti deh itu suara manusia, apa beneran lolongan anjing. Yang jelas saya terkaget-kaget sampe hendak terkencing-kencing tapi masih bisa saya tahan.  Parahnya sepertinya hanya saya seorang yang nggak tahu kalau bakalan ada acara beginian, karena saya liat peserta yang lain tidur memakai baju pramuka, sementara saya memakai baju tidur yang saya lapisi  trening tebel dan jaket. kaget nggak ketulungan udah pasti, ditambah saya hanya diberi waktu 5 menit untuk berganti pakaian, rasanya pengen nangis, dan pengen tidur lagi hehehe…

Berhubung suhunya dingin banget, lebih dingin dari AC kamar 17 derajat, ngomong aja keluar asep maka dengan pedenya saya memakai baju pramuka tanpa melepas baju tidur dan trening saya dan hanya menggulungnya mengikuti pola baju pramuka, dan sepatu hitam dengan kaus kaki tebel panjang sampe betis. Jangan ditanya bagaimana rupanya, yang  jelas cukup membuat para panitia bengong, melotot dan menahan tawa.

Rupanya kami disuruh jurit malam, berjalan sendirian ditengah dinginnya udara pegunungan, mengikuti rute yang sudah dijelaskan panitia. Omg…apa saya nggak salah denger!  Sepertinya bukan ide yang baik, karena saya juga belum pernah ikut yang beginian sebelumnya. Arrgggg….! Sialnya lagi karena saya salinnya lama maka sebagai hukuman saya disuruh berbaris paling depan yang artinya sayalah peserta putri pertama yang berjalan dibelakang peserta putra pertama yang kebetulan itu si Pandi temen satu sekolah saya.
“Yak silahkan berjalan”  panitia memberi perintah kepada saya. Yang pertama-tama saya lakukan adalah berjalan setengah berlari berharap saya bisa menyusul temen saya si Pandi. Tapi tetap yang terlihat hanya hamparan kebun kopi dan tanaman kubis yang tertutup kabut. Menyadari usaha saya gagal, saya berdiam sejenak. Menurunkan gulungan celana dan baju trening yang saya kenakan, biarlah nampak seperti orang gila, siapa yang peduli yang penting nggak dingin.  Muncul ide untuk menunggu peserta selanjutnya dan berjalan bareng. Tapi itu melanggar aturan yang udah dijelaskan panitia, akhirnya saya memutuskan berjalan perlahan berharap tersusul oleh peserta selanjutnya. 

Tiba di ujung jalan yang ternyata ada panitia yang sudah menunggu dan memberikan arahan untuk berjalan kearah kiri yang ternyata menuju sebuah sekolahan. Suasananya berubah sedikit mencekam, udara dingin nan gelap berkabut, hanya suara jangkrik dan lolongan anjing yang terdengar, satu-satunya sumber cahaya hanyalah dari sinar rembulan. saya berjalan perlahan dengan sedikit gemeteran mengikuti tembok pagar sekolahan. Tiba-tiba…jrebbbbbb….! Syuutttt…..! semua berubah jadi gelap total.  Untuk sesaat saya bingung dan tidak tahu apa yang terjadi, saya hanya merasa terjun bebas, dan mendarat dengan posisi berdiri. Yang ada dibenak saya bahwa ini hanyalah jebakan dan tantangan dari panitia dan saya harus bisa mengatasinya. 

Hal pertama yang saya lakukan adalah merentangkan kedua tangan dan mencoba mencari pegangan, meraba-raba dalam kegelapan. Yang ada hanya semacam kayu-kayu yang berdiri panjang, dan disisi yang berseberangan saya meraba dan tangan saya seperti menyentuh banyak  untaian tali dan saya refleks menariknya, ternyata terputus. Seketika saya panik, meski nggak tau saya berada dimana yang jelas saya sangat ketakutan, pengen nangis tapi udah nggak bisa nangis saking paniknya. Akhirnya saya menjerit sekuat-kuatnya dan meminta pertolongan. Semenit…dua menit…nggak ada yang merespon hanya lolongan anjing yang masih terdengar.  tiga menit…empat menit…arrgggg…pake lama dehhh!
Setelah sekian lama menunggu dan berteriak nggak jelas ( 5 menit terasa lama kan klo kita berada dalam kondisi panik begini). Akhirnya pertolongan itu datang juga, si Pandi teman saya yang datang. Singkat cerita setelah menghubungi berbagai pihak dengan segala upaya dan semua tragedi heboh saya berhasil diselamatkan. 

Ternyata oh ternyata saudara-saudara saya jatuh ke sumur tua sedalam 5 meter yang sudah tak berfungsi dan dijadikan tempat membuang sampah. Rupanya rute jurit malamnya terpaksa dialihkan karena rute yang seharusnya ditempuh terlalu jauh dan banyak anjing berkeliaran, sehingga panitia memutuskan untuk mengganti rute. Ya rute yang saya lalui malam itu, dan sayangnya panitia belum melakukan survey dan tidak tahu bahwa disana ada sumur tua. Yang patut di syukuri saya nggak kenapa-kenapa saudara-saudara cuma lecet-lecet dikit, saya sama sekali nggak keseleo meski terjun bebas setinggi 5 meter.
Setelah kejadian itu saya jadi sedikit populer, “cik yang mana ya? Itu lho yang masuk sumur” huaaaa…..! ya ampyunn….! 

Kejadian itu sampai saat ini meninggalkan sedikit trauma dan nggak-nggak lagi deh ikut-ikutan acara begituan.

Review 'Kicau Kacau' Indra Herlambang

  • 0
Keterangan Buku:
Judul : Kicau Kacau (Curahan Hati Penulis Galau)
Penulis : Indra Herlambang
Penata Letak : Ryan Pradana
Ilustrasi Isi : Indra Herlambang
Desain Sampul : Indra Herlambang
Foto Sampul : Otto Djauhari
Penerbit :Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 332 hlm.
Terbit : Februari 2011
ISBN :978-979-22-6724-2


Sebenarnya saya memiliki buku Kicau Kacau (Curahan Hati Penulis Galau) ini beberapa bulan yang lalu, namun baru sekarang menyempatkan diri untuk mereviewnya, karena selain bekerja 8 to 16 waktu saya tersita dengan drama-drama Korea yang melenakan.

Sebelumnya saya tidak tertarik untuk memiliki buku ini, selain karena warna covernya kuning mencolok (ya saya tidak suka warna kuning, kecuali emas batangan J) juga karena yang nulis host acara infotainment. Entah kenapa saya agak underestimate terhadap selebriti menulis, apalagi host infotainment gosip. Bahkan saya baru tahu klo Indra Herlambang seorang penulis. Tapi akhirnya tetap saya beli, karena ada tulisan best seller di covernya, penasaran seperti apa sie tulisan selebriti ini. 

Setelah memamah kicauan kacaunya, well saya sadar ternyata perspektif saya tentang Indra Herlambang salah besar. Tulisannya segar, menarik dan patut diperhitungkan. Gaya penulisannya yang sederhana namun berbobot membuat saya tak rela untuk melewatkan tiap lembar kicauannya. 

Secara garis besar buku ini terbagi dalam 4 bab yaitu: Gaya Hidup (Lifestyle), Hubungan Percintaan, Jakarta Indonesia dan tentang Keluarga. Hampir semuanya merupakan perjalanan hidup yang pernah dijalani oleh Indra Herlambang, mulai dari pengalaman masa kecilnya yang Jamuholic, cerita saat dia ketemu Obama, mewawancarai Miyabi, pengalaman diwarnet, hingga riset dia tentang ‘Pencarian Kartini’. Semua cerita dikemas dalam bahasa yang sederhana, lugas dan menarik. Tidak salah jika buku ini dinobatkan sebagai buku best seller. Sejak dirilis Februari 2011 lalu yang ternyata mendapat respon yang luar biasa, dan buku yang saya miliki ini adalah cetakan ketujuh terbitan bulan Juli. Luar biasa!

Dari 50 cerita yang ada di buku Kicau Kacau ini, yang paling berkesan buat saya adalah  Terjaga untuk Menjaga. Siapa menyangka bahwa presenter sekaliber Indra Herlambang dulunya mengalami kelainan pola tidur yaitu Sleepwalking (berjalan dalam tidur) yang membuat seluruh keluarganya harus siap siaga mencegah semua kemungkinan terburuk yang bakal terjadi. 

Overall, saya bisa bilang bahwa ‘Kicau Kacau(Curahan Hati Penulis Galau) adalah buku yang menarik untuk dibaca, sangat direkomendasikan, yang tak hanya membuat kita tersenyum atau tertawa sendiri kala membacanya namun juga mendorong kita untuk mengevaluasi diri,  merenungi dan mencerna apa saja yang telah dan yang akan kita lakukan dalam hidup kita.


@Cikvee

NB: foto di covernya lebih mirip ayam ketimbang burung. iya ga sie?

P.s:  Saya suka kata-kata ini:
“Berteman dengan diri sendiri, berdialog dengan diri sendiri buat saya bukanlah pilihan, tapi keharusan. Apalagi sebenarnya di ujung hidup ini ada kematian. Sesuatu yang harus benar-benar dijalani sendirian” – Indra Herlambang.

Kerja Ikhlas

  • 1

Gambar Pinjem di sini

Beberapa hari yang lalu seorang teman curcol kepada saya, ia mengeluh mengenai aktivitas dia yang begitu-begitu saja, ga ada perkembangan, yang pada intinya dia bosan dengan rutinitasnya sehari-hari.  Saya gak banyak komentar karena saya fikir dia hanya butuh pendengar bukan komentator, jadi saya cuma kasih saran ke dia untuk sabar dan ikhlas aja menjalani kehidupan ini. 

Sampai akhirnya dia bertanya “Apa sih definisi sabar dan ikhlas? Trus korelasi antara sabar dan ikhlas itu apa?”.  Untuk sesaat saya terdiam. Menilik mimik sang empunya tanya, sepertinya dia serius, nggak lagi becanda.  Nggak nyangka temen gw bakalan nanya seperti itu. Klo dia cewek saya pikir mungkin dia lagi PMS, berhubung dia dari planet yang berbeda jadi saya simpulkan dia sedang galau tingkat tinggi.

Well, pada saat saya bilang “sabar dan ikhlas” saya nggak berpikir tentang arti dari kedua kata tersebut, yang jelas saya ingin memberikan semangat dan dorongan kepada teman saya agar tidak berlama-lama dalam galau time nya dia. Mungkin saya latah karena sering mendengar orang berpendapat serupa “yaudah yang sabar aja….” atau “ikhlasin aja…..”. Toh memang seperti itulah yang sering saya temukan dalam percakapan sehari-hari.

Sampai akhirnya, saya jadi ikut-ikutan galau dengan ngasih analogi sabar dan ikhlas. Sabar itu ibarat kita mencintai seseorang secara diam-diam, hanya berharap suatu saat dia akan tahu bahwa kita mencintainya. Sabar dalam penantian. Dan ikhlas itu, saat orang yang kita cintai tersebut ternyata lebih memilih kehidupannya bersama seseorang yang pastinya bukan kita. Kita harus ikhlas menerima takdir, meskipun menyakitkan”. 

a Quarter Life Crisis

  • 1
Gambar diambil di sini


A quarter life crisis. Pernahkah anda mendengar istilah ini? Mungkin pernah. Saya sendiri mendengar istilah ini sudah lama, namun ketika mengetahuinya beberapa tahun yang lalu dari sebuah buku yang ditulis oleh seorang psikiater muda berbakat, saya menganggap a quarter life crisis ini hanyalah teori belaka yang pada prakteknya tidak semua orang bahkan jarang yang mengalaminya. Bahkan saya heran, sang penulis seorang psikiater dari keluarga kalangan atas yang notabennya apa yang dia inginkan ia dapatkan mengaku bahwa dia pun mengalami fase ini. Ternyata saya salah!

Well, kenapa sekarang saya jadi teringat dengan a quarter life crisis ini? alasannya simple, now I’m in this phase. Dan sepertinya beberapa teman saya juga berada pada fase yang sama. Hahahahaaa…..!!!

Baiklah, bagi anda yang cukup asing dengan istilah ini, Apa sih a quarter life crisis itu? A quarter life crisis atau sebagaian orang menyebutnya “krisis seperempat baya” menurut Om Wikipedia adalah istilah yang diberikan pada suatu periode hidup dimana terjadi perubahan besar pada proses pendewasaan, biasanya pada awal umur 20-30an. Perubahan yang terjadi meliputi aspek emosional dan aspek financial/profesional.

Kalau anda sering merasakan dan mengalami hal-hal dibawah ini, itu berarti “ you are in that phase too”. Check it out….!

First Posting: Monyet vs Kingkong

  • 0
Finally! I’ve make this! I make my own new blog!
Bingung juga mau nulis apa nie!
Well! saya ngeblog karena udah bosen dengan yang namanya facebook n twitter. Halah! (padahal tiap hari juga masih update status n ngetwit) LOL! Tidak sesuai dengan kenyataan. Baiklah saya bohong!
Sebenernya ini bukan blog pertama saya sie! Dijaman dulu kala juga udah punya Blog pribadi. Gratisan tentunya. (Penting gak sih ditekanin ke gratisannya!) Penting. Baiklah! Yang jelas saya ga perlu beli domain dan hosting. Back to jaman dulu kala, Saya banyak bikin blog yang postingnya asal banget, asal buat, asal nge-post, asal main tinggal gitu aja (berharap yang ini tidak mengalami nasib yang serupa J). Hehe..! klo ada istilah “Cinta Monyet”, mungkin istilah yg tepat untuk blog-blog terdahulu saya yang terlantar begitu saja ya “Blog monyet” kali ya! Loh! Hehee…! 

Itu kan dulu. Lain dulu lain sekarang donk! klo dulu cinta monyet, sekarang cinta kingkong. Blog monyet jadi blog kingkong. Emang monyet klo udah gede jadi kingkong ya? Nggak ya! Yah begitulah kira-kira. Meski monyet tidak lebih baik dari kingkong dan kingkong tidak lebih baik dari monyet, semoga blog ini kedepannya akan lebih baik, lebih rapi dan lebih bermanfaat buat kita semua. Amin.
Last but not least, apapun yang akan terjadi dengan blog ini kedepannya semoga kita bisa menciptakan kebahagiaan. Go for happy ending, because life doesn’t have sequel- anonymous. Semangat!




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...